<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Terjemah Riyadushshalihin</title>
	<atom:link href="http://riyadushshalihin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riyadushshalihin.wordpress.com</link>
	<description>Imam Nawawi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jun 2008 06:20:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='riyadushshalihin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Terjemah Riyadushshalihin</title>
		<link>http://riyadushshalihin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://riyadushshalihin.wordpress.com/osd.xml" title="Terjemah Riyadushshalihin" />
	<atom:link rel='hub' href='http://riyadushshalihin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>IKHLAS DAN NIAT DALAM SEGALA PERILAKU KEHIDUPAN</title>
		<link>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/08/ikhlas-dan-niat/</link>
		<comments>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/08/ikhlas-dan-niat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 03:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyadushshalihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAB I]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riyadushshalihin.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Allah Ta’ala berfirman: ”Padalah mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itu agama yang yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5) Allah Ta’ala berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riyadushshalihin.wordpress.com&amp;blog=3919300&amp;post=9&amp;subd=riyadushshalihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Allah Ta’ala berfirman: ”Padalah mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itu agama yang yang lurus.” <span> </span><strong>(QS. Al Bayyinah: 5)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Allah Ta’ala berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanlah yang dapat mencapainya.”(<strong>QS. Al Hajj: 37)</strong></span><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Allah Ta’ala berfirman: ”Katakanlah, jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya.” <strong>(QS. Ali Imran: 29)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:288pt;text-align:right;" align="right"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdull Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda: ”Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkanya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Mekkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya, maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuanya (tidak diterima oleh Allah).” <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Ada sekelompok pasukan yang akan menyerang Ka’bah, namun ketika mereka sampai di tanah lapang, maka mereka dibinasakan daru muka sampai yang paling belakang. Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka dibinasakan dari depan sampai yang belakang, padahal di antara mereka ada orang yang berbelanja serta ada pula orang yang bukan dari golongan mereka?” Beliau menjawab: “Mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling akhir, kemudian mereka akan dibangkitakan sesuai niatnya masing-masing.” <strong>(HR.Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Aisyah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Tidak ada hijrah lagi setelah dibukanya kota Makkah, tetapi yang ada adalah jihad (berjuang di jalan Allah) dan niat untuk selalu berbuat baik. Oleh karena itu, jika kalian dipanggil untuk berjuang, maka berangkatlah!”<span> </span><strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Abdillah jabir bin Abdillah Al-Anshariy ra., ia berkata<strong>: </strong>Kami bersama Nabi saw. dalam salah satu peperangan, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang, apabila kalian menempuh perjalanan atau menyeberangi lembah, mereka senantiasa mengikuti, sedangkan yang menghalangi mereka hanyalah sakit.” Dalam salah satu riwayatdisebutkan, Rasulullah bersabda: “Melainkan mereka selalu menyertai kalian di dalam mencari pahala.” <strong>(HR. Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Anas ra. ia berkata: Kami bersama-sama dengan Nabi saw. kembali dari peperangan Tabuk, kemudian beliau menjelaska: “Sesungguhnya masih ada beberapa kaum atau orang yang kami tinggalkan di Madinah, mereka senantiasa menyertai kita, baik sewaktu keluar masuk pedusunan maupun sewaktu menyeberangi lembah yang menghalangi mereka hanya uzur.” <strong>(HR. Bukhari)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al-Akhnas ra. berkata: “Ayahku Yazid biasa mengeluarkan beberapa dinar untuk disedekahkan, dan dipercayakan kepada seseorang di masjid untuk membaginya. Kemudian aku pergi ke masjid untuk meminta dinar itu, dan menunjukkan kepada ayahku, lalu ayahku berkata: “Demi Allah, dinar itu tidak aku sediakan untukmu.” Peristiwa itu kemudian aku sampaikan kepada Rasulullah saw., maka beliau bersabda: “Bagimu apa yang kamu niatkanhai Yazid, dan bagimu apa yang kamu ambil hai Ma’an.” <strong>(HR Bukhari)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Ishaq Sa’ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al-Qurasyiy Az-Zuhriy ra. (beliau salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga), ia berkata: “Rasulullah saw. menjenguk saya ketika haji wada, karena sakit keras, kemudian saya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sakit saya sangat keras sebagaimana yang engkau lihat, sedangkan saya mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkah saya sedekahkan duapertiga dari harta saya itu?” Beliau menjawab: “Tidak boleh.” Saya bertanya lagi: “Bagaimana kalau separuhnya?” Beliau menjawab: “Tidak Boleh.” Saya bertanya lagi: “Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab: “Sepertiga itu banyak dan cukup besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud mencari ridha Allah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh istrimu.</span><span> </span><span lang="IN"><span> </span>Kemudian saya bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah saya akan segera berpisah dengan kawan-kawabku?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya kamu belum akan berpisah. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meniggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu.” Seraya berdoa Abu Ishak berkata: Ya Allah, mudah-mudahan sahabat sahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah Engkau mengembalikan mereka ketempat yang mereka tinggalkan, tetapi kasihan si Sa’ad bin Kaulah yang selalu disayangkan oleh Rasulullah karena ia mati di Makkah. (<strong>HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Ahakh ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “ Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada hati kalian.” (<strong>HR. Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy’ariy ra., ia berkata: Rasulullah pernah ditanya, manakah yang termasuk berperang di jalan Allah? Apakah berperang karena keberanian, kesukuan, ataukah berperang karena ria? Rasulullah saw. menjawab: “Siapa saja yang berperang agar kalimat Allah terangkat, maka itulah perang di jalan Allah” (<strong>HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Bakrah Nufa’i bin Harits Ats-Tsaqafiy ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Apabila da dua orang Islam yang bertengkar dengan pedangnya, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama berada dalam neraka.” Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, sudah wajar yang membunuh masuk neraka, tetapi mengapa yang terbunuh juga masuk neraka?” Beliau menjawab: “Karena ia sangat berambisi untuk membunuh kawannya.” (<strong>Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Salat seseorang dengan berjamaah lebih banyak pahalanya daripada salat sendirian di pasar atau di rumah, selisih dua puluh derajat. Karena seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya, kemudian pergi ke masjid dan hanya bertujuan untuk salat, maka setiap langkah diangkatlah satu derajat dan diampuni satu dosa, sampai ia masuk masjid. Apabila iad berada dalam masjid ia dianggap mengerjakan salat selama menunggu dilaksanakannya. Para malaikat mendoakan : “Ya Allah, kasihinilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah tobatnya selama tidak berbuat gaduh dan berhadats.” (<strong>HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abil Abbas Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib ra., ia berkata: Rasulullah saw. menjelaskan apa yang diterima<span> </span>dari Tuhannya, yaitu: “Sesungguhnya Allah SWT. sudah mencatat semua perbuatan baik dan buruk, kemudian Allah menerangkannya kepada para malaikat, mana perbuatan yang baik dan mana pula perbuatan yang jelek yang harus dicatat. Oleh karena itu, siapa saja bermaksud melakukan perbuatan baik, lalu tidak mengerjakannya, maka Allah mencatat maksud baik itu sebagai amal baik yang sempurna. Jika orang itu bermaksud bermaksud melakukan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, dan dilipatgandakannya lagi. Siapa saja yang bermaksud melakukan keburukan, lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai amal baik yang sempurna. Apabila maksud melakukan keburukan kemudian mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kejelekan.” (<strong>Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dari Abu Abdirrahman bin Abdullah bin Umar bin Khaththab ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bercerita : “Sebelum kalian, ada tiga orang sedang berjalan-jalan, kemudian mereka menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk berteduh dan mereka pun masuk, tiba-tiba ada batu yang besar dari atas bukit menggelinding dan menutupi pintu gua, sehingga mereka tidak dapat keluar. Salah seorang di antara mereka berkata: “Sungguh tidak ada yang dapat menyelamatkan kalian dari bahaya ini, kecuali bila kalian berdoa kepada Allah SWT. Dengan menyebutkan amal-amal saleh yang pernah kalian perbuat.” Kemudian salah seorang di antara mereka berdoa: “Ya Allah, saya mempunyai orang tua yang sudah renta. Kebiasaanku mendahulukan mereka minum susu sebelum saya berikan kepada anak isteri dan budakku. Suatu hari, saya terlambat pulan gkarena mencari kayu namun keduanya sudah tidur dan aku enggan untuk membangunkannya, tetapi saya terus memerah susu untuk persediaan minum keduanya. Walaupun demikian saya tidak memberikan susu itu kepada keluarga maupun kepada budakku sebelum keduanya minum. Dan saya menunggunya hingga terbit fajar. Ketika keduanya bangun, kuberikan susu itu untuk diminum, padahal semalam anakku menangis terisak-isak minta susu sambil memegangi kakiku. Ya Allah, jika berbuat itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini.” Kemudian bergeserlah sedikit batu itu, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu. Orang keduapun melanjutkan doanya: “Ya Allah, sesungguhnya saya mempunyai saudara sepupu yang sangat saya cintai.” Dalam riwayat yang lain disebutkan: “Saya sangat mencintainya sebagaimana orang laki-laki mencintai orang perempuan, saya selalu ingin berbuat zina dengannya, tetapi ia selalu menolaknya. Beberapa tahun kemudian, ia tertimpa kesulitan. Ia pun datang untuk minta bantuanku, dan saya berikan kepadanya seratus dua puluh dinar dengan syarat menyerahkan dirinya kapan saja saya menginginkan.” Pada riwayat yan glain: “Ketika saya berada di antara kedua kakinya, ia berkata: “Takutlah kamu kepada Allah. Janganlah kamu sobek selaput darahky kecuali dengan jalan yang benar.” Mendengar yang demikian saya meninggalkannya dan merelakan emas yang aku berikan, padahal dia orang yang sangat saya cintai. Ya Allah, jika perbuatan itu karena mengharapkan ridha-Mu, maka geserkanlah batu yang menutupi gua ini.” Kemudian bergeserlah batu itu, tetapi mereka belum bisa keluar dari gua itu. Orang yang ketigamelanjutkan doanya: “Ya Allah, saya mempekerjakan beberapa karyawan dan digaji dengan sempurna, kecuali ada seorang yang meinggalkan saya dan tidak mau mengambil gajinya terlebih dulu. Kemudian gaji itu saya kembangkan sehingga menjadi banyak. Selang beberapa tahun, dia datang dan berkata: “Wahai hamba Allah, berikanlah gajiku!” Saya berkata: “Semua yang kamu lihat baik unta, sapi, kambing maupun budak yang menggembalakannya, semua adalah gajimu.” Ia berkata: “Wahai hamba Allah, janganlah engkau mempermainkan aku.” Saya menjawab: “Saya tidak mempermainkanmu.” Kemudian diapun mengambil semuanya itu dan tidak meninggalkannya sedikitpun. Ya Allah, jika perbuatan itu karena mengharap ridha-Mu, maka singkirkanlah batu yang menutupi gua ini.” Kemudian bergeserlah batu itu dan merekapun bisa keluar dari dalam gua.” (<strong>HR. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riyadushshalihin.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riyadushshalihin.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riyadushshalihin.wordpress.com&amp;blog=3919300&amp;post=9&amp;subd=riyadushshalihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/08/ikhlas-dan-niat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7818a8807fc1f97da2e49e3610affe49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Riyadushshalihin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mukadimah</title>
		<link>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/07/mukadimah/</link>
		<comments>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/07/mukadimah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 09:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riyadushshalihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Mukadimah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[riyadush shalihin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riyadushshalihin.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah,Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Mulia lagi Maha Pengampun. Zat yang merubah malam menjadi siang, sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikir, juga sebagai wawasan bagi mereka yang mau mengambil pelajaran. Allah adalah Zat yang menyadarkan orang-orang yang dipilih diantara makhluk-makhluk-Nya. Allah tidak hanya menyibukkan mereka mereka untuk memperhatikan masalah keduniawian, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riyadushshalihin.wordpress.com&amp;blog=3919300&amp;post=4&amp;subd=riyadushshalihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Segala puji bagi Allah,Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Mulia lagi Maha Pengampun. Zat yang merubah malam menjadi siang, sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikir, juga sebagai wawasan bagi mereka yang mau mengambil pelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI">Allah adalah Zat yang menyadarkan orang-orang yang dipilih diantara makhluk-makhluk-Nya. Allah tidak hanya menyibukkan </span><span lang="IN">mereka mereka untuk memperhatikan masalah keduniawian, tetapi mreka juga disibukkan untuk selalu taat kepada-Nya, yaitu menggunakan akal pikiran yang benar, senantiasa mencari bimbingan dan pentunjuk-Nya. Ia juga memberi pertolongan kepada mereka untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa dan memberi pertolongan untuk senantiasa menambah bekal mencari kebahagiaan akhirat, serta menghindarkan apa yang menimbulkan murka Allah dan menyebabkan kebinasaan diri. Kemudian, menjaga semua itu untuk tidak mudah terombang-ambing oleh perkembangan situasi dan kondisi yang tidak menentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Saya memuji kepada Allah setulus hati dan selalu berusaha meningkatkanya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Zat yang selalu berbuat baik, Zat yang Maha Mulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang membimbing manusia ke jalan yang benar. Rahmat dan kesejahteraan semoga tetap Allah limpahkan kepada nabi Muhammad, nabi-nabi yang lain, keluarga dan orang-orang yang saleh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka. Dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan <strong>(Adz Dzariat : 56-57)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Ayat ini menjelaskan bahwa jin dan manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Oleh karena itu, seharusnya manusia memperhatikan hikmah dan tujuan dari kejadian diri mereka, serta mengabaikan tipu daya dunia dengan zuhud, karena pada hakikatnya dunia adalah fana. Dengan demikian hanya orang-orang yang sadar sajalah yang melaksanakan ibadah dan orang-orang yang sehat pikiranya dapat zuhud terhadap dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahanya, dan memakai (pula) perhiasanya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamanya) laksana tanaman-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir <strong>(QS. Yunus: 24)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Penyair Arab mengatakan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sesungguhnya ada hamba-hamba Allah yang cerdik, yaitu mereka yang menceraikan masalah dunia karen takut fitnah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Mereka merenungkan masalah dunia, ketika mereka mengerti bahwa dunia bukanlah tempat tinggal untuk hidup selama-lamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Maka mereka menganggap dunia ini bagaikan samudera dan mereka manjadikan amal-amal shaleh sebagai bahtera untuk mengarunginya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Setelah nyata kehidupan dunia ini, dan keadaan kita serta tujuan Allah menciptakan kita, maka seharusnyalah seseorang yang telah dewasa mencurahkan dirinya untuk mengikuti langkah-langkah manusia-manusia yang terpilih dan bertindak sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang mempunyai akal pikiran yang benar-benar sehat. Pada dasarnya sebaik-baik jalan adalah mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau dan para Nabi sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)kebajikan dan takwa <strong>(QS. Al Maidah: 2)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dalam hadis yang sahih rasulullah saw. Bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama hamba itu memberi pertolongan kepada saudaranya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Rsaulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Siapa saja yang menunjukkan pada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Beliau bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siapa saja yang mengajak kepada kebajikan atau petunjuk, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mreka sedikitpun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="right"><span dir="ltr" lang="IN">Beliau saw. juga menjelaskan kepada Ali ra. :<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran ajakanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada menyedekahkan ternak yang bagus-bagus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Karena itu, kami merasa terpanggil untuk menyusun kitab yang berisikan hadis-hadis sahih yang mencakup cara-cara seseorang dapat sampai ke alam akhirat dengan selamat, serta bagaimana seseorang dapat sempurna segala perilakunya, baik lahir maupun batin. Hadis-hadis yang dikumpulkan meliputi anjuran, peringatan dan petunjuk-petunjuk untuk mencapai kesempurnaan. Seperti zuhud, penempaan jiwa, penyucian dan pengobatan hati, pemeliharaan anggota tubuh, meluruskan penyelewengan dan lain sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Pembahasan dalam kitab ini diusahakan mencantumkan hadis-hadis yang sahih dan semuanya dikutip dari kitab-kitab sahih yang sudah masyhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Sistematika penulisan kitab ini, pada tiap-tiap bab sebelum sampai pada bab pembahasan hadis-hadis diusahakan untuk mencantumkan beberapa ayat Al Qur’an. Apabila ada penghujung hadis terdapat lafadz ”muttafaqun alaih” maka yang dimaksud adalah hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Semoga kitab ini dapat menjadi pembimbing bagi orang yang menginginkan kebaikan dan menjadi pencegah dari berbagai macam kejahatan dan kebinasaan. Dan diharapkan kepada pembaca yang mengambil manfaat dari hadis-hadis yang dihimpun, untuk mendoakan kami, kedua orang tua kami, guru-guruku dan segenap umat islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Hanya kepada Allah Yang Maha Mulia sajalah kami berpegang dan menyerahkan segala urusan serta tempat kami menyandarkan diri. Allah adalah Zat yang mencukupi segala-galanya dan Dialah sebaik-baik Zat yang menguasai alam. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riyadushshalihin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riyadushshalihin.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riyadushshalihin.wordpress.com&amp;blog=3919300&amp;post=4&amp;subd=riyadushshalihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riyadushshalihin.wordpress.com/2008/06/07/mukadimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7818a8807fc1f97da2e49e3610affe49?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Riyadushshalihin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
