Terjemah Riyadushshalihin

Imam Nawawi

Mukadimah

Posted by Riyadushshalihin on 07 Jun 2008

Segala puji bagi Allah,Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Mulia lagi Maha Pengampun. Zat yang merubah malam menjadi siang, sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikir, juga sebagai wawasan bagi mereka yang mau mengambil pelajaran.

Allah adalah Zat yang menyadarkan orang-orang yang dipilih diantara makhluk-makhluk-Nya. Allah tidak hanya menyibukkan mereka mereka untuk memperhatikan masalah keduniawian, tetapi mreka juga disibukkan untuk selalu taat kepada-Nya, yaitu menggunakan akal pikiran yang benar, senantiasa mencari bimbingan dan pentunjuk-Nya. Ia juga memberi pertolongan kepada mereka untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa dan memberi pertolongan untuk senantiasa menambah bekal mencari kebahagiaan akhirat, serta menghindarkan apa yang menimbulkan murka Allah dan menyebabkan kebinasaan diri. Kemudian, menjaga semua itu untuk tidak mudah terombang-ambing oleh perkembangan situasi dan kondisi yang tidak menentu.

Saya memuji kepada Allah setulus hati dan selalu berusaha meningkatkanya. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Zat yang selalu berbuat baik, Zat yang Maha Mulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang membimbing manusia ke jalan yang benar. Rahmat dan kesejahteraan semoga tetap Allah limpahkan kepada nabi Muhammad, nabi-nabi yang lain, keluarga dan orang-orang yang saleh.

Allah Ta’ala berfirman:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka. Dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan (Adz Dzariat : 56-57)

Ayat ini menjelaskan bahwa jin dan manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Oleh karena itu, seharusnya manusia memperhatikan hikmah dan tujuan dari kejadian diri mereka, serta mengabaikan tipu daya dunia dengan zuhud, karena pada hakikatnya dunia adalah fana. Dengan demikian hanya orang-orang yang sadar sajalah yang melaksanakan ibadah dan orang-orang yang sehat pikiranya dapat zuhud terhadap dunia.

Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh dengan suburnya karena air itu tanaman-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahanya, dan memakai (pula) perhiasanya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman-tanamanya) laksana tanaman-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir (QS. Yunus: 24)

Penyair Arab mengatakan:

Sesungguhnya ada hamba-hamba Allah yang cerdik, yaitu mereka yang menceraikan masalah dunia karen takut fitnah.

Mereka merenungkan masalah dunia, ketika mereka mengerti bahwa dunia bukanlah tempat tinggal untuk hidup selama-lamanya.

Maka mereka menganggap dunia ini bagaikan samudera dan mereka manjadikan amal-amal shaleh sebagai bahtera untuk mengarunginya

Setelah nyata kehidupan dunia ini, dan keadaan kita serta tujuan Allah menciptakan kita, maka seharusnyalah seseorang yang telah dewasa mencurahkan dirinya untuk mengikuti langkah-langkah manusia-manusia yang terpilih dan bertindak sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang mempunyai akal pikiran yang benar-benar sehat. Pada dasarnya sebaik-baik jalan adalah mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau dan para Nabi sebelumnya.

Allah Ta’ala berfirman:

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)kebajikan dan takwa (QS. Al Maidah: 2)

Dalam hadis yang sahih rasulullah saw. Bersabda:

Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama hamba itu memberi pertolongan kepada saudaranya.

Rsaulullah bersabda:

Siapa saja yang menunjukkan pada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakanya.

Beliau bersabda:

Siapa saja yang mengajak kepada kebajikan atau petunjuk, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mreka sedikitpun.

Beliau saw. juga menjelaskan kepada Ali ra. :

Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran ajakanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada menyedekahkan ternak yang bagus-bagus.

Karena itu, kami merasa terpanggil untuk menyusun kitab yang berisikan hadis-hadis sahih yang mencakup cara-cara seseorang dapat sampai ke alam akhirat dengan selamat, serta bagaimana seseorang dapat sempurna segala perilakunya, baik lahir maupun batin. Hadis-hadis yang dikumpulkan meliputi anjuran, peringatan dan petunjuk-petunjuk untuk mencapai kesempurnaan. Seperti zuhud, penempaan jiwa, penyucian dan pengobatan hati, pemeliharaan anggota tubuh, meluruskan penyelewengan dan lain sebagainya.

Pembahasan dalam kitab ini diusahakan mencantumkan hadis-hadis yang sahih dan semuanya dikutip dari kitab-kitab sahih yang sudah masyhur.

Sistematika penulisan kitab ini, pada tiap-tiap bab sebelum sampai pada bab pembahasan hadis-hadis diusahakan untuk mencantumkan beberapa ayat Al Qur’an. Apabila ada penghujung hadis terdapat lafadz ”muttafaqun alaih” maka yang dimaksud adalah hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Semoga kitab ini dapat menjadi pembimbing bagi orang yang menginginkan kebaikan dan menjadi pencegah dari berbagai macam kejahatan dan kebinasaan. Dan diharapkan kepada pembaca yang mengambil manfaat dari hadis-hadis yang dihimpun, untuk mendoakan kami, kedua orang tua kami, guru-guruku dan segenap umat islam.

Hanya kepada Allah Yang Maha Mulia sajalah kami berpegang dan menyerahkan segala urusan serta tempat kami menyandarkan diri. Allah adalah Zat yang mencukupi segala-galanya dan Dialah sebaik-baik Zat yang menguasai alam. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.